Menata Langkah - Rasa Cerita Blog

Sunday, February 11, 2018

Menata Langkah


Banyak impian yang ingin dicapai. Deretan resolusi telah membubuhi agenda tahunan. Lalu, apa yang kemudian terjadi? Evaluasi.

Satu bulan lebih berlalu dari tahun 2018. Pekan ini saya memutuskan untuk berhenti sejenak. Merampungkan beberapa amanah yang sudah mendekati tenggat waktunya dan menangguhkan beberapa untuk dapat disesuaikan. Kemudian, menelaah apa-apa yang telah saya lakukan. Apakah semakin mendekatkan diri pada tujuan? Atau malah saya sudah sangat jauh sehingga perlu ditarik kembali agar tidak salah arah.

Awalnya saya ragu untuk melakukannya. Mengingat akan ada yang dikorbankan dari aktivitas ‘berhenti sejenak’ ini. Alhamdulillah, memang terkadang kita perlu untuk sekedar berhenti. Melihat kembali apa yang telah dilakukan, apa yang sedang terjadi dan mereka-reka apa yang akan terjadi kemudian. Untuk sekedar tahu posisi kita sudah sampai mana.

Hal tersulit dari memberi ruang pada diri untuk dapat memperbaiki diri adalah pengakuan. Pengakuan atas segala kesalahan, kekurangan, pencapaian-pencapaian yang jauh dari harapan. Namun, itulah inti dari berhenti sejenak ini. Agar kemudian dapat menata langkah menjadi lebih baik lagi.

Bersyukur sekali saya dapat menghadiri Blogger Muslimah Meet Up kemarin. Dengan narasumber Teteh Khadija atau lebih dikenal dengan Peggy Melati Sukma, saya kembali diingatkan dengan makna hijrah. Bahwasanya diri inilah hijrah itu sendiri. Bahwa hijrah tidak hanya sebatas satu momen perpindahan. Melainkan perjalanan sepanjang hayat untuk mencapai ridhoNya. (Insyaallah saya akan membuat reportasenya dan satu tulisan khusus mengenai apa yang dibicarakan narasumber).

Hibernasi singkat ini memberikan saya kekuatan untuk meneruskan langkah. Salah itu wajar. Manusia. Namun, itu bukan alasan untuk tidak berkembang dan berhenti berjuang.

Bismillah....

Note: Terkadang dalam menghadapi suatu situasi dalam hidup hanya seperti ini langkah saya mengutarakannya. Berdamai dan mengobati dengan merangkai aksara yang semoga dapat berarti dikemudian hari. Siapa pun yang membaca ini mungkin tidak dapat memahaminya. Karena terkadang, saat luka saya tidak mampu merangkai kata dengan sempurna. Namun, menuliskannya seperti ini adalah jalan untuk menyembuhkannya.


25 Jumadil Awwal 1439 H

Page 4 of 365

No comments:

Post a Comment